Untuk memulakan usaha, benda yang awal
kita fikirkan adalah apa benda yang menjadi sumber perusahaan? Berapa modal
yang diperlukan? Di mana tempat membuka perusahaan? Dan bagaimana cara untuk
memulakan perusahaan? Ini adalah persoalan-persoalan lazim yang sering
menjadikan setiap orang yang ingin memulakan perusahaan sehingga merasa bingung untuk membuat keputusan.
Apatah lagi bagi mereka yang baru berjinak-jinak dalam perusahaan untuk menjadi mereka yang bergelar wirausaha.
Dalam penulisan ini, saya menuliskan
beberapa opini saya sendiri dalam artikel ini berkait bagaimana cara untuk
memulakan perusahaan semasa kuliah sesuai dengan bidang yang dipilih, adakah ianya relevan ataupun tidak. Lebih
kurang dua minggu lalu, saya telah mengikuti satu seminar pendidikan yang
kontennya adalah tentang perusahaan semasa kuliah. Setakat ini saya sudah
mempunyai ramai teman yang dari semester satu sudah mula tidak meminta biaya
dari orang tua dengan cara ada yang membuka usaha sama ada persendirian,
perkongsian atau francais. Dan ada juga dengan mencari pekerjaan sampingan jika
ada waktu yang kosong. Itu semua merupakan kebiasaan kebanyakan mahasiswa.
Namun, saya jarang sekali melihat mereka yang menjadi wirausaha di dalam bidang
yang mereka ceburi semasa kuliah. Mungkin disebabkan peluang untuk itu sedikit
tipis.
Berbicara soal ini saya sedikit
berbeda pandangan dengan pemateri dalam seminar yang saya hadiri dua minggu
lalu. Ini karena di dalam dunia perusahaan itu sangat luas. Ianya tidak boleh
dibatasi ataupun ditetapkan haluannya untuk dimasuki. Dan perlu diketahui,
bahwa tidak semua mahasiswa itu merasa selesa dengan bidang yang mereka ceburi.
Dari pengetahuan berdasarkan apa yang saya pernah lihat sendiri adalah apabila
ramai mahasiswa dan teman saya yang mengakui bahwa mereka kuliah atas sebab
terpaksa kerana ingin memenuhi kemahuan orang tua, tidak ada pekerjaan jika
tidak kuliah, dan banyak lagi sebabnya. Sehinggakan begitu ramai juga yang
bertukar bidang kerana tidak berminat dengan bidang yang diceburi. Jadi di sini
dapat dilihat kecelaruan mahasiswa dalam bidangnya sendiri masih sering
berlaku. Oleh karena itu, saya mengatakan dalam hal perusahaan itu tidak boleh
digandingkan selalu dengan bidang pendidikan. Namun, pendidikan itu ada
keperluannya untuk setiap wirausaha.
Beberapa tips ingin saya kongsikan
apa saja yang perlu ada pada diri seorang usahawan sama ada yang masih baru
dalam dunia ini ataupun yang sudah lama. Seorang wirausaha itu perlu mempunyai
beberapa komponen, yaitu:
CREATIVE/KREATIF
Untuk menjadi seorang wira usaha itu
hendaklah kreatif dalam berfikir kerana dunia perusahaan terlalu luas apalagi
bagi pemula yang baru saja berjinak-jinak dengannya.
INNOVATIVE/INOVATIF
Inovatif itu sifatnya pembaruan. Ia
adalah suatu kemampuan seseorang dalam memeperkenalkan sesuatu yang baru.
KNOWLEDGE/BERPENGETAHUAN
Kerana saya mengatakan pendidikan itu
penting, saya menyenaraikan knowledge sebagai salah satu komponen penting untuk
seorang wirausaha. Kerana dari pendidikan kita beroleh beberapa pengetahuan.
WISE/BIJAK
Setelah melihat banyaknya pilihan,
jalan mana yang harus dilalui, seorang wirausaha itu perlu bijak dalam membuat
keputusan yang tepat agar target tidak tersasar.
COURAGE/KEBERANIAN
Selain daripada bijak, berpengetahuan,
inovatif dan kreatif, keberanian juga seharusnya ada di dalam diri wirausaha.
Berani dalam melakukan tindakan, berani menghadapi risiko yang tidak diduga dan
lain-lain lagi. Kerana berapa ramai yang masih ragu dengan keputusannya sendiri
kerana tidak yakin dan takut untuk bertindak.
Oleh yang demikian, inilah beberapa
komponen yang perlu ada pada diri setiap wirausaha. Jika perusahaan itu hanya
bergantung kepada bidang pendidikan yang dipilih, maka itu tidak akan dapat
membantu para wirausaha muda untuk mengembangkan perusahaannya. Walau
bagaimanapun, saya tidak mengatakan penglibatan bidang pendidikan di dalam
wirausaha itu tidak boleh mencapai kesuksesan. Tidak dinafikan ramai juga di
kalangan wirausaha dengan bijak memanfaatkan bidangnya menjadi sumber untuk
menjadi wirausaha yang sukses.
Comments
Post a Comment