Tepat jam 9 pagi kami mahasiswa
Malaysia di Indonesia sudahpun berkumpul di depan Indomaret. Seperti yang sudah
direncanakan pada hari kemaren, kami akan pergi ke Rumah Makan Ampera yang
berada di Jalan Soekarno Hatta untuk menghadiri satu seminar pendidikan
undangan dari Bapak Dudi Rustandi yang merupakan dosen mata kuliah Pengantar
Ilmu Jurnalistik.
Seharusnya
kami bergerak bersama semua rakan kelas seramai 40 orang menggunakan angkot
(angkutan kota). Tetapi salah seorang dari kami mencadangkan supaya kami
menggunakan perkhidmatan Grab saja yang cukup mudah untuk digunakan oleh setiap
pengguna kerana aplikasinya juga sudah tersedia di ponsel pintar kami. Selain
dari cara penggunaannya yang mudah, harganya juga lebih kurang sama dengan
menggunakan angkot. Kelebihannya adalah lebih selesa dan cepat sampai ke
destinasi yang dituju berbanding menggunakan angkot. Mobil yang kami pilih adalah
mobil Toyota Avanza muat untuk kami berlima dengan aircond yang dingin.
![]() |
| (Screen capture by: Anakmalayindo phone) |
Sesudah
sampai di destinasi, kami pun membayar tambang dengan harga Rp.35,000 saja.
Kami disambut oleh Pak Dudi dan teman-temannya yang merupakan pemateri untuk
seminar pada hari tersebut. Sementara menunggu teman-teman yang lain, kami
mengambil masa tersebut untuk berbual-bual dan sedikit diskusi bersama Pak Dudi
berkaitan dengan mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik. Lebih kurang jam 10,
Pak Dudi mengarahkan kami untuk membuat pendaftaran sebagai peserta seminar.
Setelah itu, acara pun dimulai dengan penyampaian materi oleh Bapak Haryadi
yang juga merupakan mahasiswa S2 di UIN Bandung. Isi materi beliau lebih kepada
pendedahan kepada mahasiswa akan peluang untuk membuka usaha berhubung dengan
jurusan yang diambil.
Seterusnya
giliran pemateri kedua yang merupakan seorang kepala desa yaitu Bapak Dadang
Hussain menyampaikan materinya. Beliau lebih banyak mengetahui soal
kemasyarakatan dan hubungannya dengan perusahaan. Oleh karena itu, beliau
banyak memberikan tips dan langkah-langkah untuk memulakan perusahaan. Beliau
sempat memberikan nasihat kepada peserta yang berminat membuka perusahaan
hendaklah berusaha jangan asal-asalan dan perlu menjadi orang yang mempunyai
komitmen yang tinggi. Di samping itu, harus berani juga menghadapi risiko yang
tidak diduga.
Selama
dua jam lebih seminar berjalan, akhirnya selesai juga. Ternyata kedatangan kami
bukan hanya untuk menghadiri seminar pendidikan saja tapi sudah siap disediakan
santapan untuk perut yang sememangnya belum diisi dengan sarapan. Pak Dudi
menjamu kami makan dengan hidangan nasi putih berlaukkan ayam bakar, ayam
goreng, tahu goreng, tempe goreng dan ulam-ulaman lengkap bersambal yang
sememangnya menambah lagi selera makan tengahari pada waku itu. Berasa senang
sekali melihat teman-teman lainnya makan dengan begitu berselera sekali.
![]() |
| (Screen capture by: Anakmalayindo phone) |
Setelah
selesai menyantap makanan yang disediakan, kami pun berehat seketika sebelum
pulang. Untuk pulang ke rumah, kami menggunakan grab lagi dengan mobil Daihatsu
yang lebih kurang sama seperti Avanza juga. Namun kali ini kami menunggu
sedikit lama karena jalan pada waktu itu terlalu macet sehinggakan kami
terpaksa menunggu selama 20 menit untuk ketibaan grab. Kos grab pada kali ini
berbeda sedikit mahal mejadi Rp.44,000 karena jalan pulang yang dilalui untuk
ke tempat tinggal kami agak jauh karena sudah menggunakan jalan yang beda lagi.
Meskipun
perjalanan pada kali ini tidak jauh dan destinasi yang di tuju juga cuma satu,
tidak seperti sebelum ini kami kebiasaannya akan mengunjungi lebih dari satu
lokasi dalam sehari. Namun ada hal yang menjadikannya ianya special yang
jelasnya adalah dapat mengikuti seminar gratis dan makan juga gratis di samping
kos pengangkutan yang murah dan selesa.


Comments
Post a Comment